Ada
Sedangkan nasib kita sudah jadi permainan
Adakah kita betah untuk pegun dengan mata penuh rayuan?
Sedangkan tulang empat kerat masih mampu menduga cabaran
Jika pun dicatu emosi celaru, ditunggang nafsu.
Kita..kenapa tidak diisi jeda waktu tanpa terpelongo meraih laba tidak kunjung tiba?
No comments:
Post a Comment